Semoga Bermanfaat !!: Bussines Plan Aspek Keuangan dan Permodalan

Follow by Email

Minggu, 09 Januari 2011

Bussines Plan Aspek Keuangan dan Permodalan

Fahmi Pratama Putra
32110508
1DB16
Tugas Manajemen Umum

Bussines Plan Aspek Keuangan dan Permodalan

ASPEK KEUANGAN

Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan
untuk membuat keputusan keputusan investasi, pendanaan, dan
dividen.
Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan
kebijakan yang berhubungan dengan
(a) kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal,
(b) kebijakan modal kerja
(c) kebijakan investasi yang berdampak pada strategi perusahaan

yang lebih luas (merger dan akuisisi) (Damodaran, 1997).
Keputusan pendanaan difokuskan untuk medapatkan
usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana atau dana
tambahan untuk mendukung kebijakan investasi. Sumber dana
dibagi dalam 2 kategori yakni:
(a) internal yaitu dari laba ditahan (retained earnings)
(b) sumber eksternal yaitu:
1. Dalam bentuk utang yang meliputi penundaan pembayaran
utang, pinjaman jangka pendek sebagai tambahan modal
kerja, dan pinjaman jangka panjang (obligasi) sebagai
dana investasi.
2. Menerbitkan saham, baik dalam bentuk saham perdana
(Initial Public Offer/IPO) maupun saham biasa baru
sebagai sumber modal investasi dalam rangka ekspansi
perusahaan.
Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusan
pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas)
yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa
jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan
dana sendiri yang ditambahkan untuk mendukung kebijakan
investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh
secara sehat. Di samping itu, komposisi struktur modal harus pula
dipertimbangkan hubungan antara perusahaan, kreditur, maupun
pemegang saham sehingga tidak terjadi konflik (Saragih,
Manurung dan Manurung, 2005).
Keputusan dividen ditentukan dari jumlah keuntungan
perusahaan setelah pajak (earning after tax). Oleh karena itu
tujuan memaksimumkan keuntungan yang dibagikan kepada
pemegang saham (dividen) dengan kendala memaksimumkan
laba ditahan untuk diinvestasikan kembali sebagai sumber dana
internal, dengan kata lain semakin banyak jumlah laba ditahan
berarti semakin sedikit uang yang tersedia bagi pembayaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar